Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Showing posts with label serba serbi. Show all posts

SANGAT PENTING !!!INI 22 KODE RAHASIA YANG HARUS DI KETAHUI UNTUK PARA PENGGUNA ANDROID, BANTU SEBARKAN.....

Tak beberapa orang tahu bila Smartphone Android memiliki sangat banyak koderahasia yang begitu bermanfaat untuk penggunanya. Sebagian kode rahasia itu bahkan juga dapat menampilkan keadaan smartphone kita.
Jadi, silakan dicatat kode rahasia ini bila kalian akan membeli smartphone second supaya tidak salah beli

1. Kode : *#06# Mengetahui Nomer IMEI
2. Kode : *#0000#* - Cek Asli atau Palsu
3. Kode : *#*#2664#*#* - Teliti Kekuatan Layar Sentuh
4. Kode : *#*#0*#*#* - Teliti Performa Layar LCD
5. Kode : *#*#1472365#*#* - Teliti Kwalitas GPS
6. Kode : *#*#34971539#*#* - Cek Informasi Kamera
7. Kode : *#*#232331#*#* - Teliti Bluetooth
8. Kode : *#*#0842#*#* - Teliti Getar serta Flashlight
9. Kode : *#*#0673#*#* atau ##0289## - Teliti Audio/Suara
10. Kode : *#*#197328640#*#* - Teliti Operator dan Internet
11. Kode : *#*#7780#*#* - Factory Reset
12. Kode : *#*#7594#*#* : Mematikan HP Android anda tanpa memerlukan pilihan bermacam-macam
13. Kode : *#*#4636#*#* : Menghadirkan informasi tentang ponsel, baterai, penggunaan ruangan penyimpanan dan WiFi
14. Kode : *2767*3855# : Melakukan wipe total, termasuk juga Firmware
15. Kode : *#*#273283*255*663282*#*#* : Untuk backup semuanya photo dan video dari gallery
16. Kode : *#*#8255#*#* : Akses GTalk Service Monitor
17. Kode : *#*#36245#*#* : Akses E-mail Debug Info
18. Kode : *#*#225#*#* : Events Calendar
19. Kode : *#*#426#*#* : Debug informasi Google Play Service
20. Kode : *#0228# Teliti kode sinyal dan baterai
21. Kode : *#7284# Cek kode usb
22. Kode : *2767*3855# Reset handphone

Sumber: http://www.fakta-online.com/

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)

Osifikasi adalah proses dimana sel-sel mesenkim dan kartilago diubah menjadi tulang selama pengembangan. Awalnya, selama perkembangan embrio, kerangka tetap terutama rawan untuk membentuk komponen struktural dasar dan kerangka tubuh.

Rangka berasal dari membran-membran menyerabut dan tulang rawan hialin pada bulan-bulan pertama perkembangan embrio. Jaringan ini digantikan oleh tulang dengan dua proses pembentukan tulang atau osifikasi yang berbeda.
Proses pertama, disebut osifikasi intramembran, terjadi ketika membran menyerabut digantikan oleh jaringan tulang. Proses ini, yang hanya terjadi pada tulang pipih tertentu, diringkas dalam dua langkah dasar:
  • Tulang spons mulai berkembang di tempat-tempat di dalam membran yang disebut pusat osifikasi.
  • Sumsum tulang merah terbentuk di dalam jaringan tulang spons, diikuti oleh pembentukan tulang padat di luarnya.
Proses osifikasi kedua, disebut osifikasi endokondrium, terjadi ketika tulang rawan hilain digantikan oleh jaringan tulang. Proses ini, yang terjadi pada sebagian besar tulang tubuh, mengikuti langkah-langkah berikut ini:
  • Pada pusat osifikasi primer, di pust model tulang rawan, tulang rawan hialin pecah, membentuk rongga.
  • Kuncup periosteum yang terdiri atas osteoblas, osteoklas, sumsum merah, saraf, serta pembuluh darah limfa, memasuki rongga. Osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons.
  • Rongga medula terbentuk ketika osteoklas memecahkan jaringan tulang spons yang baru terbentuk. Rongga medula semakin membesar saat rongga tersebut mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer ke bagian ujung tulang.
  • Jaringan tulang padat menggantikan tulang rawan di bagian luar tulang.
  • Di dalam tulang panjang, pusat osifikasi sekunder terbentuk di epifisis. Sama seperti pada batang, kuncup periosteum terbentuk. Akan tetapi jaringan tulang spons yang nantinya berkembang tidak digantikan oleh rongga medula.
  • Tulang rawan persendian dibentuk dari tulang rawan yang tersisa di luar epifisis.
  • Lempeng epifisis dibentuk dari tulang rawan yang tersisa di antara pusat perkembangan osifikasi primer dan sekunder yang membesar.

Proses Pembentukan Urine pada Manusia

Proses pembentukan urine terjadi di dalam organ ginjal melalui beberapa tahapan atau proses sampai akhirnya urine dapat diekskresikan melalui saluran ekskresi. Salah satu sistem pengeluaran pada manusia  adalah sistem urin. Sistem urin manusia tersusun dari  ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra. Sistem urin berfungsi sebagai berikut:
  • Menyaring zat-zat sampah metabolisme dari darah
  • Mengontrol volume darah, yaitu dengan mengeluarkan kelebihan air yang dihasilkan sel-sel tubuh. Mempertahankan jumlah air dalam darah penting untuk memelihara tekanan darah agar   gerakan gas, dan pengeluaran zat sampah padat tetap normal.
  • Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu. Garam-garam ini harus ada dalam konsentrasi tertentu untuk kelangsungan kegiatan sel.

Proses Terjadinya Petir


Untuk pemahaman yang lebih mudah tentang terjadinya petir, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.
Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pembuangan muatan negatif atau disebut elektron.
Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa terjadinya Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati

Lagkah-langkah Pembangunan Berbasis Nilai



1)  Pimpinan Nasional  (yang merupakan presiden pilihan rakyat) harus dapat menggalang konsensus nasional dengan semua komponen elit nasional dan daerah (baik yang formal maupun informal) untuk mengembangkan nilai-nilai strategis tertentu yang paling diperlukan oleh bangsa ini untuk dapat menjawab tantangan jaman pada masa kini.
2)    Nilai-nilai yang akan dikembangkan bukan  nilai ideal yang bersifat final (ultimate ideal values) seperti Pancasila, tetapi nilai instrumental yang strategis (strategic instrumental values) yang tentu saja tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar bahkan akan menunjang tercapainya nilai-nilai tersebut.
3)   Perumusan nilai-nilai strategis perlu dilakukan dengan proses bottom-up yakni mendengar aspirasi dan masalah-masalah konkrit di masyarakat. Nilai-nilai itu kemudian perlu dirumuskan oleh kelompok pakar, budayawan, pemimpin agama dan adat.
4)   Nilai yang akan dikembangkan dalam suatu kurun waktu tertentu sebaiknya tidak terlalu banyak tetapi terfokus pada beberapa (2 atau 3) nilai strategis yang benar-benar perlu dikembangkan dalam masyarakat kita saat ini untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita dari masyarakat lainnya.  
5)   Nilai-nilai tersebut harus dirumuskan secara singkat, popular, mudah diingat oleh semua orang dan memang benar-benar mengena dihati sanubari masyarakat kita. Misalnya nilai anti korupsi (kejujuran), nilai kerukunan dan nilai kemandirian.
6)   Nilai-nilai itu perlu didefinisikan secara operasional kedalam butir-butir yang dapat dicapai dan diukur oleh masyarakat (indikator).Misalnya: dibawah ini suatu contoh penjabaran dari nilai strategis sampai indicator, beberapa butir-butir sengaja dikosongkan karena penulis tidak bermaksud membuat suatu Pembangunan Berbasis Nilai seorang diri, semua itu merupakan usaha bersama secara nasional.

Karakteristik Informasi

Informasi memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.    Benar atau salah
Ini dapat berhubungan dengan realita atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayai, akibatnya sama seperti yang benar.
2.    Baru
Informasi yang didapat baru dan segar bagi penerimanya. Para penerima informasi sering kali merasa jenuh jika informasi yang disediakan selalu sama dengan yang lalu dan tidak ada perubahan sama sekali.
3.    Tambahan
Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah atau palsu sebelumnya.
4.    Penegasan
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.

Metode Pengumpulan Data


Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengumpulan data, yaitu :
1. Pengamatan Langsung
Dalam metode ini kita mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang sedang kita teliti. Adapula kelebihan dalam metode ini adalah data yang dikumpulkan lebih kompleks, teliti, dan cermat.
Sedangkan metode ini kekurangannya yaitu :
a. Daerah untuk mendapatkan data tidak luas.
b. Dalam mengumpulkan data dana yang digunakan mahal.
c. Pengumpulan data tidak dapat dilakukan apabila banyak hal yang harus diselidiki.
2. Wawancara
Pada metode wawancara ini kita mengadakan wawancara kepada objek / orang yang bersangkutan mengenai hal yang kita amati.
Kelebihan dalam metode ini yaitu :
a. Data yang dikumpulkan cukup teliti.
b. Daerah pengumpulan data bisa luas.
c. Dapat diwakilkan orang lain.
Kekurangan dalam metode ini yaitu :
a. Biaya yang digunakan mahal.
b. Kalau diwakilkan, tidak akan dapat mengetahui sasaran penelitian.

Pemerintah Tegaskan, Belum Ada Rencana Penerimaan CPNS 2016

JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai rencana penerimaan dan seleksi CPNS. “Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai rencana dan jadwal seleksi CPNS, seperti yang marak beredar di sosial media,” ujar Karo Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman di Jakarta, Selasa (12/07).
Maraknya informasi terkait dibukanya seleksi penerimaan CNPS tahun 2016 yang banyak beredar melalui sosial media, telah menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, terutama yang ingin melamar menjadi PNS. Padahal, tidak semua informasi itu benar. Karena itu masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan dapat menyeleksi setiap informasi yang masuk. “Jangan mudah percaya dengan berita yang tidak jelas asal-usulnya,” tegas Herman menambahkan.
Beredarnya informasi penerimaan CPNS di tahun 2016 melalui portal-portal tidak resmi sebenarnya sudah berulang kali terjadi. Bukan mustahil hal itu sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi. Diingatkan, sudah banyak kasus penipuan yang berawal dari informasi-informasi menyesatkan yang beredar di media-media tidak resmi. “Jangan tergoda dengan info-info menyesatkan, yang mungkin berasal dari pihak-pihak yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi,” lanjut Herman gemas.
Diingatkan juga bahwa banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Kementerian PANRB atas dibukanya penerimaan CPNS tahun 2016. Diingatkan, selain info yang beredar bukan dari web resmi kami, itu hanyalah berita ‘hoax’.
Sampai saat ini, lanjut Herman, pemerintah masih memberlakukan moratorium penerimaan CPNS. “Informasi bisa datang dari mana saja. Tetapi pemberitaan yang tidka jelas atau kabar burung tersebut, jangan ditelan mentah-mentah. Apalagi dengan mencantumkan jadwal tes CPNS, sudah jelas tidak benar,” ujarnya.
Dikatakan, semua informasi terkait penerimaan CPNS dan pemberitahuan lainnya akan dipublikasikan melalui website resmi Kementerian PANRB, yaitu http://www.menpan.go.id/. “Pantau terus web Menpan, karena setiap informasi resmi dikeluarkan dari situs resmi tersebut,” tegas Herman.
Ditambahkan, Kementerian PANRB juga memberikan fasilitas untuk mengajukan berbagai pertanyaan maupun laporan pengaduan terkait kebenaran informasi tersebut melalui alamat email halomenpan@menpan.go.id. Kalau belum yakin, masyarakat juga dapat datang langsung ke Kantor Kementerian PANRB Jl. Jend Sudirman Kav. 69 Jakarta Selatan
Sumber: http://www.menpan.go.id/berita-terkini/5231-pemerintah-tegaskan-belum-ada-rencana-penerimaan-cpns-2016.

Menggunakan Metaplan



Metaplan adalah potongan kertas dengan ukuran setengah kuarto yang digunakan untuk menuliskan sesuatu secara individual. Pada umumnya metaplan digunakan bersamaan dengan “Metoda Kelompok Nominal” atau dappat pula untuk mengganti “Transparansi””. Ketentuan menggunakan ‘”metaplan” agar efektif adalah sebagai berikut:
1.      Tulisan pada metaplan harus besar dan dapat dibaca oleh semua peserta pelatihan atau peserta diskusi kelompok
2.      Metaplan digunakan untuk mengungkapkan pendapat pribadi masing-masing peserta pelatihan
3.      Gunakan tulisan balok daripada menggunakan tulisan latin
4.      Satu metaplan hanya mengandung satu gagasan. Jangan menuliskan banyak gagasan pada satu metaplan
5.      Jangan membuang metaplan yang sudah diisi oleh peserta pelatihan atau oleh kelompk
6.      Tempelkan metaplan tersebut pada tempat yang bisa dibaca oleh peserta
7.      Perjelas apa yang tertulis dimetaplan dengan penjelasan verbal
8.      Gunakan warna yang berbeda untuk gagasan, elemen,unsur, komponen yang berbeda untuk memudahkan dalam mengolong-gongkan sesuatu sesuai dengan elemen, gagasan, unsur, komponen dan lain sebagainya
9.      Gunakan spidol berwarna yang berbeda untuk “membedakkan” sesuatu

Keterampilan Fasilitator Dalam Diskusi



Beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh fasilitator dalam menjalankan peranannya di dalam diskusi kelompok, yaitu meliputi :
1.      Iniating (memprakarsai). Keterampilan fasilitator (pemandu) untuk menyarankan gagasan – gagasan baru, cara-cara baru dalam melihat masallah yang sedang didiskusikan
2.      Seeking Information (meminta informasi). Keterampilan fasilitator untuk meminta informasi yang relevan atau informawsi yang akurat tentang topik atau masalah yang sedang dibahas
3.   Giving Information (memberi  informasi). Keterampilan fasilitator untuk menyampaikan informasi yang relevan atau informasi yang akurat atau pengalaman pribadinya yang ada kaitannya dengan topic atau masalah yang dibahas
4.   Giving Opinion (memberi pendapat). Keterampilan fasilitator untuk menyampaikan dan memberikan pendapat tentang ppokok-pokok yang sedanng dibahas dalam bentuk menantang consensus
5.    Clarification (klarifikasi). Merumuskan kembali pernyataan / pendapat orang lain atau merangkum apa yang dikemukakan peserta diskusi sehingga makin jelas
6.      Elaborating. Memberikan tambahan dari suatu pendapat yang dikemukakan peserta diskusi sebagai perluasan wawasan atau dapat juga member contoh-contoh yang berhubungan dengan pendapat tersebut
7.   Controlling. Mencegah atas situasi yang kacau, memberikan gejala tidak memenuhi kesepakatan atau ketentuan diskusi. Dapat juga menghentikan pembahasan yang tidak relevan dengan topic atau pokok bahasan dan memberikan kesempatan pada pihak lain yang menyampaikan gagasan
8.      Encouraging. Mendorong peserta diskusi yang yang tidak terlibat aktif dalam proses diskusi ataupun mendorong diskusi itu sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan
9.      Setting Standard. Meminta dari seluruh peserta diskusi atau memberikan criteria untuk melakukan diskusi yang baik
10.  Harmonizing. Menurunkan kadar ketegangan yang terjadi dan menyeleraskan keadaan diskusi bilamana terjadi pertentangan atau perbedaan pendapat
11.  Relleving Tension. Melakukan tindakan “penyembuhan atau pemulihan” setelah  mengetahui adanya ketegangan yang menyebabkan timbulnya frustrasi. Tindakan ini perlu untuk menjaga suasana diskusi yang kondusif
12.  Coordination. Menyimpulkan gagasan-gagasan pokok yang muncul dalam diskusi, membantu kelompok diskusi untuk mengembangkan gagasan-gagasannya.
13.  Orientating. Menetapkan dimana kelomppok atau peserta berada dan kearah mana tujuan yang hendak dicapai sehingga dapat dipergunakan sebagai dasar untuk melanjutkan proses diskusi
14.  Testing. Memeriksa atau menilai arah diskusi yang seharusnya ditempuh. Fasilitator harus cermat dalam membantu peserta diskusi bilamana terjadi sesuatu penyimpangan arah
15.  Consensus Testing. Memeriksa atau menguji tingkat kesepakatan peserta diskusi dan menghindari terjadi perbedaan-perbedaan yang sangat tajamm diantara parra peserta sehingga diperoleh kesepakatan
16.  Summarizing. Merangkum semua hasil yang telah dibicarakan atau dibahas, mengkoordinasikan gagasan dan informasi yang telah dikemukakan
17. Paraphrasing. Mengungkap atau menyampaikan kembali pendapat, gagasann atau informasi yang ada dengan menggunakan bahasa yang lain