Tak beberapa orang tahu bila Smartphone Android memiliki sangat banyak koderahasia yang begitu bermanfaat untuk penggunanya. Sebagian kode rahasia itu bahkan juga dapat menampilkan keadaan smartphone kita.
Jadi, silakan dicatat kode rahasia ini bila kalian akan membeli smartphone second supaya tidak salah beli
1. Kode : *#06# Mengetahui Nomer IMEI
2. Kode : *#0000#* - Cek Asli atau Palsu
3. Kode : *#*#2664#*#* - Teliti Kekuatan Layar Sentuh
4. Kode : *#*#0*#*#* - Teliti Performa Layar LCD
5. Kode : *#*#1472365#*#* - Teliti Kwalitas GPS
6. Kode : *#*#34971539#*#* - Cek Informasi Kamera
7. Kode : *#*#232331#*#* - Teliti Bluetooth
8. Kode : *#*#0842#*#* - Teliti Getar serta Flashlight
9. Kode : *#*#0673#*#* atau ##0289## - Teliti Audio/Suara
10. Kode : *#*#197328640#*#* - Teliti Operator dan Internet
11. Kode : *#*#7780#*#* - Factory Reset
12. Kode : *#*#7594#*#* : Mematikan HP Android anda tanpa memerlukan pilihan bermacam-macam
13. Kode : *#*#4636#*#* : Menghadirkan informasi tentang ponsel, baterai, penggunaan ruangan penyimpanan dan WiFi
14. Kode : *2767*3855# : Melakukan wipe total, termasuk juga Firmware
15. Kode : *#*#273283*255*663282*#*#* : Untuk backup semuanya photo dan video dari gallery
16. Kode : *#*#8255#*#* : Akses GTalk Service Monitor
17. Kode : *#*#36245#*#* : Akses E-mail Debug Info
18. Kode : *#*#225#*#* : Events Calendar
19. Kode : *#*#426#*#* : Debug informasi Google Play Service
20. Kode : *#0228# Teliti kode sinyal dan baterai
21. Kode : *#7284# Cek kode usb
22. Kode : *2767*3855# Reset handphone
Sumber: http://www.fakta-online.com/
Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)
Osifikasi adalah proses dimana sel-sel mesenkim dan kartilago diubah menjadi tulang selama pengembangan. Awalnya, selama perkembangan embrio, kerangka tetap terutama rawan untuk membentuk komponen struktural dasar dan kerangka tubuh.
Rangka berasal dari membran-membran menyerabut dan tulang rawan hialin pada bulan-bulan pertama perkembangan embrio. Jaringan ini digantikan oleh tulang dengan dua proses pembentukan tulang atau osifikasi yang berbeda.
Proses pertama, disebut osifikasi intramembran, terjadi ketika membran menyerabut digantikan oleh jaringan tulang. Proses ini, yang hanya terjadi pada tulang pipih tertentu, diringkas dalam dua langkah dasar:
- Tulang spons mulai berkembang di tempat-tempat di dalam membran yang disebut pusat osifikasi.
- Sumsum tulang merah terbentuk di dalam jaringan tulang spons, diikuti oleh pembentukan tulang padat di luarnya.
Proses osifikasi kedua, disebut osifikasi endokondrium, terjadi ketika tulang rawan hilain digantikan oleh jaringan tulang. Proses ini, yang terjadi pada sebagian besar tulang tubuh, mengikuti langkah-langkah berikut ini:
- Pada pusat osifikasi primer, di pust model tulang rawan, tulang rawan hialin pecah, membentuk rongga.
- Kuncup periosteum yang terdiri atas osteoblas, osteoklas, sumsum merah, saraf, serta pembuluh darah limfa, memasuki rongga. Osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons.
- Rongga medula terbentuk ketika osteoklas memecahkan jaringan tulang spons yang baru terbentuk. Rongga medula semakin membesar saat rongga tersebut mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer ke bagian ujung tulang.
- Jaringan tulang padat menggantikan tulang rawan di bagian luar tulang.
- Di dalam tulang panjang, pusat osifikasi sekunder terbentuk di epifisis. Sama seperti pada batang, kuncup periosteum terbentuk. Akan tetapi jaringan tulang spons yang nantinya berkembang tidak digantikan oleh rongga medula.
- Tulang rawan persendian dibentuk dari tulang rawan yang tersisa di luar epifisis.
- Lempeng epifisis dibentuk dari tulang rawan yang tersisa di antara pusat perkembangan osifikasi primer dan sekunder yang membesar.
Proses Pembentukan Urine pada Manusia
Proses pembentukan urine terjadi di dalam organ ginjal melalui beberapa tahapan atau proses sampai akhirnya urine dapat diekskresikan melalui saluran ekskresi. Salah satu sistem pengeluaran pada manusia adalah sistem urin. Sistem urin manusia tersusun dari ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra. Sistem urin berfungsi sebagai berikut:
- Menyaring zat-zat sampah metabolisme dari darah
- Mengontrol volume darah, yaitu dengan mengeluarkan kelebihan air yang dihasilkan sel-sel tubuh. Mempertahankan jumlah air dalam darah penting untuk memelihara tekanan darah agar gerakan gas, dan pengeluaran zat sampah padat tetap normal.
- Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu. Garam-garam ini harus ada dalam konsentrasi tertentu untuk kelangsungan kegiatan sel.
Proses Terjadinya Petir
Untuk pemahaman yang lebih mudah tentang terjadinya petir, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.
Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pembuangan muatan negatif atau disebut elektron.
Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa terjadinya Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati
Lagkah-langkah Pembangunan Berbasis Nilai
1) Pimpinan Nasional (yang merupakan presiden pilihan rakyat)
harus dapat menggalang konsensus nasional dengan semua komponen elit
nasional dan daerah (baik yang formal maupun informal) untuk mengembangkan nilai-nilai
strategis tertentu yang paling diperlukan oleh bangsa ini untuk dapat
menjawab tantangan jaman pada masa kini.
2) Nilai-nilai yang akan
dikembangkan bukan nilai ideal yang
bersifat final (ultimate ideal values) seperti Pancasila, tetapi nilai
instrumental yang strategis (strategic instrumental values) yang tentu
saja tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar bahkan akan menunjang
tercapainya nilai-nilai tersebut.
3) Perumusan nilai-nilai strategis
perlu dilakukan dengan proses bottom-up yakni mendengar aspirasi dan
masalah-masalah konkrit di masyarakat. Nilai-nilai itu kemudian perlu
dirumuskan oleh kelompok pakar, budayawan, pemimpin agama dan adat.
4) Nilai yang akan dikembangkan dalam
suatu kurun waktu tertentu sebaiknya tidak terlalu banyak tetapi terfokus
pada beberapa (2 atau 3) nilai strategis yang benar-benar perlu dikembangkan
dalam masyarakat kita saat ini untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita dari
masyarakat lainnya.
5) Nilai-nilai tersebut harus
dirumuskan secara singkat, popular, mudah diingat oleh semua orang dan memang
benar-benar mengena dihati sanubari masyarakat kita. Misalnya nilai anti
korupsi (kejujuran), nilai kerukunan dan nilai kemandirian.
6)
Nilai-nilai itu perlu
didefinisikan secara operasional kedalam butir-butir yang dapat dicapai dan
diukur oleh masyarakat (indikator).Misalnya: dibawah ini suatu contoh
penjabaran dari nilai strategis sampai indicator, beberapa butir-butir sengaja
dikosongkan karena penulis tidak bermaksud membuat suatu Pembangunan Berbasis
Nilai seorang diri, semua itu merupakan usaha bersama secara nasional.
Karakteristik Informasi
Informasi
memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1. Benar
atau salah
Ini
dapat berhubungan dengan realita atau tidak. Bila penerima informasi yang salah
mempercayai, akibatnya sama seperti yang benar.
2. Baru
Informasi
yang didapat baru dan segar bagi
penerimanya. Para penerima informasi
sering kali merasa jenuh jika informasi yang disediakan selalu sama dengan yang
lalu dan tidak ada perubahan sama sekali.
3. Tambahan
Informasi
dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah atau palsu sebelumnya.
4. Penegasan
Informasi
dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena
meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.
Metode Pengumpulan Data
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengumpulan data, yaitu :
1.
Pengamatan Langsung
Dalam metode ini kita mengadakan
pengamatan langsung terhadap objek yang sedang kita teliti. Adapula kelebihan
dalam metode ini adalah data yang dikumpulkan lebih kompleks, teliti, dan
cermat.
Sedangkan
metode ini kekurangannya yaitu :
a. Daerah untuk mendapatkan data tidak
luas.
b. Dalam mengumpulkan data dana yang
digunakan mahal.
c.
Pengumpulan data tidak dapat dilakukan apabila banyak hal yang harus
diselidiki.
2.
Wawancara
Pada metode wawancara ini kita
mengadakan wawancara kepada objek / orang yang bersangkutan mengenai hal yang
kita amati.
Kelebihan
dalam metode ini yaitu :
a. Data yang dikumpulkan cukup teliti.
b. Daerah pengumpulan data bisa luas.
c. Dapat diwakilkan orang lain.
Kekurangan
dalam metode ini yaitu :
a. Biaya yang digunakan mahal.
b. Kalau diwakilkan, tidak akan dapat
mengetahui sasaran penelitian.
Pemerintah Tegaskan, Belum Ada Rencana Penerimaan CPNS 2016
JAKARTA
– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(PANRB) menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari
pemerintah mengenai rencana penerimaan dan seleksi CPNS. “Sampai saat
ini belum ada pengumuman resmi mengenai rencana dan jadwal seleksi CPNS,
seperti yang marak beredar di sosial media,” ujar Karo Hukum,
Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman di
Jakarta, Selasa (12/07).
Maraknya informasi terkait dibukanya
seleksi penerimaan CNPS tahun 2016 yang banyak beredar melalui sosial
media, telah menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, terutama yang ingin
melamar menjadi PNS. Padahal, tidak semua informasi itu benar. Karena
itu masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan dapat menyeleksi setiap
informasi yang masuk. “Jangan mudah percaya dengan berita yang tidak
jelas asal-usulnya,” tegas Herman menambahkan.
Beredarnya informasi penerimaan CPNS di
tahun 2016 melalui portal-portal tidak resmi sebenarnya sudah berulang
kali terjadi. Bukan mustahil hal itu sengaja dihembuskan oleh
pihak-pihak tertentu yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi.
Diingatkan, sudah banyak kasus penipuan yang berawal dari
informasi-informasi menyesatkan yang beredar di media-media tidak resmi.
“Jangan tergoda dengan info-info menyesatkan, yang mungkin berasal dari
pihak-pihak yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi,” lanjut Herman
gemas.
Diingatkan juga bahwa banyak oknum yang
tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Kementerian PANRB atas
dibukanya penerimaan CPNS tahun 2016. Diingatkan, selain info yang
beredar bukan dari web resmi kami, itu hanyalah berita ‘hoax’.
Sampai saat ini, lanjut Herman,
pemerintah masih memberlakukan moratorium penerimaan CPNS. “Informasi
bisa datang dari mana saja. Tetapi pemberitaan yang tidka jelas atau
kabar burung tersebut, jangan ditelan mentah-mentah. Apalagi dengan
mencantumkan jadwal tes CPNS, sudah jelas tidak benar,” ujarnya.
Dikatakan, semua informasi terkait
penerimaan CPNS dan pemberitahuan lainnya akan dipublikasikan melalui
website resmi Kementerian PANRB, yaitu http://www.menpan.go.id/. “Pantau terus web Menpan, karena setiap informasi resmi dikeluarkan dari situs resmi tersebut,” tegas Herman.
Ditambahkan, Kementerian PANRB juga
memberikan fasilitas untuk mengajukan berbagai pertanyaan maupun laporan
pengaduan terkait kebenaran informasi tersebut melalui alamat email halomenpan@menpan.go.id. Kalau belum yakin, masyarakat juga dapat datang langsung ke Kantor Kementerian PANRB Jl. Jend Sudirman Kav. 69 Jakarta Selatan
Sumber: http://www.menpan.go.id/berita-terkini/5231-pemerintah-tegaskan-belum-ada-rencana-penerimaan-cpns-2016.
Sumber: http://www.menpan.go.id/berita-terkini/5231-pemerintah-tegaskan-belum-ada-rencana-penerimaan-cpns-2016.
Menggunakan Metaplan
Metaplan adalah potongan kertas dengan
ukuran setengah kuarto yang digunakan untuk menuliskan sesuatu secara
individual. Pada umumnya metaplan digunakan bersamaan dengan “Metoda Kelompok
Nominal” atau dappat pula untuk mengganti “Transparansi””. Ketentuan
menggunakan ‘”metaplan” agar efektif adalah sebagai berikut:
1.
Tulisan
pada metaplan harus besar dan dapat dibaca oleh semua peserta pelatihan atau
peserta diskusi kelompok
2.
Metaplan
digunakan untuk mengungkapkan pendapat pribadi masing-masing peserta pelatihan
3.
Gunakan
tulisan balok daripada menggunakan tulisan latin
4.
Satu
metaplan hanya mengandung satu gagasan. Jangan menuliskan banyak gagasan pada
satu metaplan
5.
Jangan
membuang metaplan yang sudah diisi oleh peserta pelatihan atau oleh kelompk
6.
Tempelkan
metaplan tersebut pada tempat yang bisa dibaca oleh peserta
7.
Perjelas
apa yang tertulis dimetaplan dengan penjelasan verbal
8.
Gunakan
warna yang berbeda untuk gagasan, elemen,unsur, komponen yang berbeda untuk
memudahkan dalam mengolong-gongkan sesuatu sesuai dengan elemen, gagasan,
unsur, komponen dan lain sebagainya
9.
Gunakan
spidol berwarna yang berbeda untuk “membedakkan” sesuatu
Keterampilan Fasilitator Dalam Diskusi
Beberapa
keterampilan yang harus dikuasai oleh fasilitator dalam menjalankan peranannya
di dalam diskusi kelompok, yaitu meliputi :
1.
Iniating
(memprakarsai).
Keterampilan fasilitator (pemandu) untuk menyarankan gagasan – gagasan baru,
cara-cara baru dalam melihat masallah yang sedang didiskusikan
2.
Seeking
Information (meminta informasi). Keterampilan fasilitator untuk meminta
informasi yang relevan atau informawsi yang akurat tentang topik atau masalah
yang sedang dibahas
3.
Giving
Information (memberi informasi). Keterampilan
fasilitator untuk menyampaikan informasi yang relevan atau informasi yang
akurat atau pengalaman pribadinya yang ada kaitannya dengan topic atau masalah
yang dibahas
4. Giving Opinion
(memberi pendapat).
Keterampilan fasilitator untuk menyampaikan dan memberikan pendapat tentang
ppokok-pokok yang sedanng dibahas dalam bentuk menantang consensus
5.
Clarification
(klarifikasi).
Merumuskan kembali pernyataan / pendapat orang lain atau merangkum apa yang
dikemukakan peserta diskusi sehingga makin jelas
6.
Elaborating. Memberikan
tambahan dari suatu pendapat yang dikemukakan peserta diskusi sebagai perluasan
wawasan atau dapat juga member contoh-contoh yang berhubungan dengan pendapat
tersebut
7. Controlling. Mencegah atas
situasi yang kacau, memberikan gejala tidak memenuhi kesepakatan atau ketentuan
diskusi. Dapat juga menghentikan pembahasan yang tidak relevan dengan topic
atau pokok bahasan dan memberikan kesempatan pada pihak lain yang menyampaikan
gagasan
8.
Encouraging. Mendorong
peserta diskusi yang yang tidak terlibat aktif dalam proses diskusi ataupun
mendorong diskusi itu sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan
9.
Setting Standard. Meminta dari
seluruh peserta diskusi atau memberikan criteria untuk melakukan diskusi yang
baik
10.
Harmonizing. Menurunkan
kadar ketegangan yang terjadi dan menyeleraskan keadaan diskusi bilamana
terjadi pertentangan atau perbedaan pendapat
11.
Relleving
Tension.
Melakukan tindakan “penyembuhan atau pemulihan” setelah mengetahui adanya ketegangan yang menyebabkan
timbulnya frustrasi. Tindakan ini perlu untuk menjaga suasana diskusi yang
kondusif
12.
Coordination. Menyimpulkan
gagasan-gagasan pokok yang muncul dalam diskusi, membantu kelompok diskusi
untuk mengembangkan gagasan-gagasannya.
13.
Orientating. Menetapkan
dimana kelomppok atau peserta berada dan kearah mana tujuan yang hendak dicapai
sehingga dapat dipergunakan sebagai dasar untuk melanjutkan proses diskusi
14.
Testing. Memeriksa atau
menilai arah diskusi yang seharusnya ditempuh. Fasilitator harus cermat dalam
membantu peserta diskusi bilamana terjadi sesuatu penyimpangan arah
15.
Consensus
Testing.
Memeriksa atau menguji tingkat kesepakatan peserta diskusi dan menghindari
terjadi perbedaan-perbedaan yang sangat tajamm diantara parra peserta sehingga
diperoleh kesepakatan
16.
Summarizing. Merangkum
semua hasil yang telah dibicarakan atau dibahas, mengkoordinasikan gagasan dan
informasi yang telah dikemukakan
17. Paraphrasing.
Mengungkap atau menyampaikan kembali pendapat, gagasann atau informasi yang ada
dengan menggunakan bahasa yang lain