Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Analisis Laporan Kinerja

Kegiatan terakhir dari proses pengendalian manajemen adalah Menilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban yaitu dengan membandingkan antara realisasi dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya

Beberapa metode selisih yang digunakan :
1.      Selisih pendapatan
2.      Selisih harga jual
3.      Selisih volume penjualan
4.      Selisih campuran
5.      Selisih pangsa pasar
6.      Selisih volume industri

Penetapan standar evaluasi :
1.      Standar atau anggaran yang ditetapkan sebelumnya
2.      Standar historis : kinerja yang sesungguhnya periode sebelumnya
3.      Standar eksternal

Keterbatasan standar :
1.      Penetapan standar yang kurang akurat
2.      Perubahan kondisi yang dapat mempengaruhi standar

Keterbatasan analisis selisih :
1.      Tidak menjelaskan alasan terjadinya selisih dan tindakan yang perlu dilakukan
2.      Tidak menjelaskan selisih yang terjadi itu penting atau tidak
3.      Laporan selisih hanya menunjukkan apa yang telah terjadi tidak menunjukkan pengaruh di masa mendatang
4.      Manajer menjadi lebih tergantung pada keterangan atau ramalan
Penyeimbangan selisih akan membingungkan pembaca laporan tersebut

Penyusunan Anggaran

Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah ditetapkan.
Penyusunan anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu.
Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.
Karakteristik Anggaran :
  1. Anggaran mengestimasi  tingkat laba potensial dari suatu unit usaha
  2. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)
  3. Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun
  4. Anggaran merupakan komitmen manajemen
  5. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
  6. Anggaran yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus
  7. Secara periodic, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan sesungguhnya dan dijelaskan

Kegunaan anggaran :
  1. Memperjelas rencana strategi
  2. Membantu koordinasikan kegiatan beberapa  bagian dari suatu organisasi
  3. Melimpahkan tanggung jawab kepada manajer
  4. Memperoleh kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer

Isi anggaran :
  1. Anggaran pendapatan
  2. Anggaran Biaya produksi dan Biaya penjualan
  3. Anggaran biaya pemasaran
  4. Anggaran Biaya Adiministrasi dan Umum
  5. Anggaran litbang
  6. Anggaran lainnya : anggaran modal, anggaran neraca, anggaran aliran kas

Proses penyusunan anggaran :
  1. Menerbitkan pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak
  2. Membuat proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
  3. Negosiasi, yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan
  4. Slack, yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan  biaya
  5. Review dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur
  6. Revisi anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus

Teknik kuantitatif dalam penyusunan anggaran :
  1. Simulasi
  2. Estimasi Probabilitas
Anggaran tak terduga

Kegunaan Pokok Anggaran

Anggaran mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu:

  • Sebagai pedoman kerja. Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan pada waktu yang akan datang.
  • Sebagai alat koordinasi kerja. Dengan adanya anggaran semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahan dapat saling menunjang dan bekerja sama dengan baik, untuk menuju pada sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
  • Sebagai alat pengawasan atau pengendalian. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur (alat pembanding) untuk menilai dan mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan pada masa yang akan datang.

Karakteristik dan Kegunaan Anggaran

Karakteristik Anggaran :
a.Anggaran memperkirakan keuntungan
b.Dinyatakan dalam istilah moneter
c.Biasanya meliputi waktu selama 1 tahun
d.Merupakan perjanjian manajemen
e.Usulan anggaran diperiksa & disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pembuat anggaran
f.Hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu
g.Anggaran dibandingkan dengan kinerja keuangan secara berkala. Perbedaanya dianalisis & dijelaskan

Kegunaan Anggaran :
  • Menyelaraskan rencana strategik. Penyusunan anggaran didsrkn pd hsl/kinerja organis periode sbl’y. Anggaran mmperlihatkn kinerja organis scr keseluruhan or unit bisnis.
  • Alat koordinasi antar kegiatan dari berbagai bagian organisasi. Stp mnjr brpartisipasi dlm penyusunan anggaran. U/ nguji konsistensi antar anggaran dg anggaran induk, stl anggaran msng2 kegiatan dikumpulkan.
  • Memberi tanggung jawab kepada manajer, u/ mengotorisasi jml yg dpt mrk gunakan & u/ memberitahu hsl yg dihrpkn.
  • Dasar untuk evaluasi kinerja. Dlm pst laba, anggaran menetapkan tanggung jwb pd area fungsional (ex : marketing). Dlm area fungsional, anggaran menetapkn tngg jwb pd pst pertanggungjwban individual (spt: kntr penjualan regional dlm mktg)

Permasalahan Perekonomian :



1.           Pertumbuhan ekonomi
Bagaimana perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
2.           Ketidakstabilan kegiatan ekonomi
        Hal ini terjadi sebagai akibat dari ketidakstabilan siklus kegiatan perusahaan sehingga diperoleh sehingga diperoleh kondisi perekonomian yang bersifat konjuntur.
3.           Pengangguran dan inflasi
Pengangguran adalah bagian dari AK yang ingin mendapatkan pekerjaan tetapi tidak bisa terpenuhi.
Penyebab pengangguran antara lain:
1.     Kekurangan pengeluaran aggregate
2.     Mencari pekerjaan yang lebih baik
3.     Modernisasi teknik produksi
4.     Ketidaksesuaian keterampilan yang ada
Akibat pengangguran :
1.     Mengurangi Pendapatan (Y) dan kemakmuran masyarakat
2.     Mengurangi kesehatan keluarga
3.     Mengurangi kesejahteraan masyarakat
Inflasi adalah suatu gejala kenaikan harga yang berlaku pada umumnya dalam perekonomian
     Macam Inflasi
1.     Rendah : 4-6%
2.     Menengah       : 5-10%
3.     Tinggi bisa mencapai lebih 100% dalam setahun
Sebab-sebab inflasi
1.     G melebihi kemampuan perusahaan
2.     Pekerja menuntut upah
3.     Kenaikan harga barang impor
4.    Penawaran uang yang berlebih tanpa diikuti pertambahan produksi dan penawaran barang
5.     Kekacauan politik dan ekonomi
Akibat inflasi:
1.     Menurunkan tingkat kemakmuran masyarakat
      Karena kenaikan upah lambat mengikuti inflasi
2.     Prospek perekonomian semakin memburuk
      Karena I turun, X turun dan menaikkan M sehingga pertumbuhan ekonomi    menurun
Indikator kegiatan ekonomi:
1.     Pendapatan Nasional
Karena dapat menggambarkan hasil produksi setiaap tahun
2.     Penggunaan TK dan pengangguran
TK      : penduduk yang masuk usia kerja
AK     : penduduk yang mencari dan masuk usia kerja
Penganggur = AK - pekerja
3.     Perubahan harga
IH & IHK (indek harga & indek harga konsumen)
4.     Neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Karena dapat menunjukkan kondisi perekonomian
Neraca pembayaran adalah ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pemabyaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke DN dan dari DN ke negara lain.
Neraca perdagangan  : X dan M
Defisit Neraca perdagangan : M>X
Akibat defisit neraca pembayaran:
1.                Kegiatan ekonomi menurun karena konsumsi barang impor
2.                Harga valas meningkat
                         3. Harga barang impor semakin mahal

Perekonomian 3 Sektor



Adapun yang dimaksud dengan perekonomian tiga sektor yaitu perekonomian selain kegiatan ekonomi dilakukan oleh sektor rumah tangga dan sektor perusahaan juga terdapat sektor pemerintah.

Pada sisi pengeluaran, baik pengeluaran dari konsumsi rumah tangga (C), pengeluaran dari sektor perusahaan berupa pengeluaran untuk investasi (I) dan pengeluaran untuk pemerintah berupa pengeluaran pemerintah (G). Seluruh pengeluaran yang ada dalam perekonomian dalam 3 sektor adalah penjumlahan dari pengeluaran rumah tangga, perusahaan dan pemerintah, sehingga keadaan kesamannya adalah sebagai berikut :

Y = C + I + G

Keterangan
Y       = Pendapatan keseimbangan(Ye)
C       = Pengeluaran masyarakat
I        = Pengeluaran perusahaan
G       = Pengeluaran pemerintah

Apabila ditinjau dari sisi pendapatan masyarakat, maka pendapatan tersebut dapat didistribusikan dalam bentuk pengeluaran rumah tangga (C), pengeluaran dalam membayar pajak (Tx), dan sebagian dari sisanya digunakan untuk tabungan (S). Apabila pemerintah mengeluarkan dalam bentuk subsidi atau tunjangan lainnya (Tr), maka akan menambah pendapatan terhadap masyarakat. Sehingga dari sisi pendapatan (Y) dapat ditulis secara matematis sebagai berikut :

Y = C + Tx + S – Tr  

Perekonomian dalam keadaan seimbang apabila besarnya pendapatan yang diperoleh masyarakat sama dengan pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat dalam perekonomian tersebut.

Dalam perekonomian tiga sektor terdapat adanya campur tangan pemerintah, antara lain :
1.             Penarikan pajak (Tx)
2.             Pembayaran transfer oleh pemerintah (Tr)
Misalnya subsidi atau tunjangan lainnya

Sehingga fungsi konsumsinya adalah :
C       = C0 + b Yd

Keterangan :
C0      = Konsumsi otonom
b        = MPC
Yd    = Disposible income (Y – Tx + Tr)

Analisa Pendapatan Nasional



Berdasarkan kegiatan ekonomi yang ada, maka dalam menganalisa pendapatan nasional dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
1.  Perekonomian sederhana (Perkonomian 2 sektor) = perekonomian tertutup dan swasta (closed and private economy).
2.      Perekonomian 3 sektor / perekonomian tertutup (closed economy)
3.  Perekonomian terbuka (open economy) / perekonomian 4 sektor

Model, Variabel Serta Hubungan Antar Variabel Dalam Ekonomi Makro



Model merupakan suatu perwujudan dari suatu abstraksi berbagai aspek realita/dunia nyatayang dibuat untuk satu atau beberapa tujuan tertentu. Dan juga bisa didefinisikan sebagai  suatu konstruksi teoritis (yang dideduksi dari teori) atau kerangka analisis ekonomi yang mencerminkan hubungan antara antar variabel.Adapun fungsi model sebagai alat untuk menjelaskan gejala-gejala/perilaku-perilaku yang ada maupun yang belum diketahui.
Asumsi : mendasai pembuatan model
Contoh : model tentang penentuan tingkat konsumsi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi : pendapatan, kekayaan, jumlah anggota keluarga, tingkat bunga, selera, agama dll.
Untuk memudahkan analisa digunakan asumsi bahwa konsumsi hanya dipengaruhi oleh pendapatan, sementara faktor-faktor lain seperti kekayaan, jumlah anggota keluarga, dll dianggap tetap (Ceteris paribus)